Cerita Istimewa " Jenius Muda "

Jenius Muda
Karya : Achmad Sholeh Arwani


Einstein, Tesla, Mendeleev, Adalah beberapa dari sekian banyak ilmuwan yang dikagumi oleh seorang anak kecil yang bernama Flint. Danbukan tidak mungkin kalau ia tidak bisa seperti mereka.


Flint lebih sering berdiam di dalam kamarnya daripada meluangkan waktunya untuk bermain keluar bersama teman-temannya, sampai-sampai orang tuanya cemas akan dirinya. Bahkan dia juga mempunyai tempat khusus seperti gubuk kecil diluar rumahnya untuk membuat sebuah penemuan. Dari hasilnya berdiam diri, dia berhasil menciptakan sebuah penemuan yang menakjubkan. Karena dia dan teman-temannya masih duduk dibangku TK, semuanya masih belum bisa untuk menali sepatu. Dan Flint berinisiatif untuk membuat agar semua teman-temannya bisa mempunyai sepatu yang praktis tanpa harus membuat simpul tali. Dengan penemuannya, Flint berhasil menciptakan sebuah alat berupa semprotan(spray). Dia segera mendemonstrasikannya didepan kelas dan menyemprotkan ke kakinya sendiri. Semuanya terkagum-kagum sebab kaki Flint yang semula tidak memakai sepatu, tiba-tiba terbungkus rapi oleh sekumpulan molekul padat yang berbentuk sepatu tanpa ada tali sama sekali.

Salah satu dari temannya ingin mencoba sepatu yang dipakai oleh Flint dan menyuruhnya untuk melepas sepatunya. Disaat itulah penemuan yang semula dianggap akan berguna berubah menjadi penemuan yang memalukan sekaligus menyedihkan bagi Flint. Sepatunya tidak bisa dilepaskan dari kakinya. Flint langsung berlari menuju ke rumah dan mencoba melepaskannya dengan berbagai cara. Tang, gunting, bahkan gergaji sudah  digunakannya tetapi masih saja sepatu yang dibuatnya itu melekat di kedua kakinya. Flint hampir putus asa dan mengurung diri dalam kamarnya sampai matahari terbenam. Orang tuanya khawatir akan keadaan putranya dan ibunya memutuskan untuk masuk ke kamar Flint. Ibunya berusaha untuk memotivasi dan memberi semangat kepada Flint. Tetapi Flint masih saja membisu karena kecewa. Pada akhirnya, Flint kembali ceria karena ibunya memberi hadiah berupa baju seorang ilmuwan yang masih longgar sekali dipakainya.


Tidak terasa waktu cepat berlalu. Flint sudah beranjak dewasa dan berumur kira-kira 19 tahun. Tak henti-hentinya ia berusaha meneliti dan menciptakan penemuan baru seperti, TV yang bisa berjalan tetapi tidak bisa dikendalikan, mesin penerjemah bahasa monyet tetapi monyetnya berubah sikap seperti manusia, mobil jet tetapi tak bisa terbang, dan tikus yang mempunyai sayap dengan sifat lebih agresif. Semua penemuan tersebut mungkin bisa disebut dengan proyek gagal atau mungkin juga bisa disebut dengan proyek yang akan sangat berguna di akhir cerita. Lain dengan penemuan Flint yang satu ini. Ia membuat sebuah obat penumbuh rambut instan. Ayah Flint yang kebetulan tidak mempunyai rambut, menjadi bahan percobaannya. Hasilnya mengejutkan, seluruh bagian kepala dan-muka ayahnya dipenuhi dengan rambut kecuali di bagian mata. Penemuan tersebut mungkin baru bisa disebut dengan proyek gagal.


Menyadari bahwa putranya terlalu sering dan berlebihan akan penelitiannya, ayah Flint yang bernama Bait mengajak Flint untuk membantunya bekerja di toko sardines miliknya. Bait bermaksud agar Flint bisa hidup sedikit santai seperti anak remaja lainnya dan tidak terlalu gila akan penemuan. Tetapi Flint sama sekali tidak menikmati kehidupannya yang baru. Dikota tempat tinggal Flint hanya ada sumber makanan berupa sardine. Semua menu makanannya berbahan dasar sardine seperti, sardine goreng, sardine rebus, sardine bakar, sardine kaleng yang diproduksi oleh perusahaan walikota, dan sardine berminyak. Bahkan seorang bayi pun diberi dot yang berisi sardine berair. Itu semua terjadi dikarenakan letak kota tempat tinggal Flint yang bernama “Swallow Falls” berada ditengah-tengah samudra terpencil yang sangat luas, sehingga tidak memungkinkan untuk mendapatkan bahan dasar makanan lain selain sardine.


Disaat itulah Flint sadar dan mulai untuk memeras otaknya kembali dan meninggalkan pekerjaan di toko milik ayahnya. Ia segera mengenakan baju ilmuwan yang sudah tidak longgar dan kembali ke tempat penelitiannya diluar rumah yang tidak merupakan gubuk kecil lagi, melainkan sebuah tempat yang tinggi dan besarnya melebihi rumahnya sendiri. Sekarang, tempat tersebut sudah bisa dibilang laboratorium dengan semua peralatan canggih didalamnya. lab milik Flint hanya terbuat dari rongsokan, sebuah bus pun dipakai olehnya sebagai penghubung jalan menuju laboratoriumnya.


Merasa bosan dan ingin membuat pola hidup yang baru di kotanya, Flint dengan cekatan membuat sebuah penemuan yang fungsinya adalah untuk membuat segala jenis makanan dari bahan dasar air hanya dengan cara mengetikkan nama makanan yang diinginkan. Dia mencoba nama makanan “burger” sebagai percobaannya yang pertama. Sudah setengah jalan dan bentuk burger sudah kelihatan, tiba-tiba terjadi ledakan dan semua peralatannya berhenti berfungsi. Bait, ayah Flint yang sedang enak-enak nonton TV dikagetkan dengan ledakan kecil di TV dan listrik dirumah pun juga ikut padam.


Flint sadar bahwa muatan listrik yang ada dirumah tidak cukup untuk mengoperasikan alat tersebut. Dengan waktu singkat ia berhasil memperbaiki listrik dirumahnya, tetapi ayah Flint berada disampingnya saat itu. Mereka saling berbincang dan intinya adalah ayah Flint ingin ia berhenti melakukan penelitiannya. Walaupun pada akhirnya Flint berkata “ya”, sebenarnya didalam hatinya dia-berniat untuk membuktikan bahwa dia bisa membuat makanan lain selain sardine dengan otak jenius dan tangan kreatifnya.


Keesokan harinya, adalah hari dimana pengesahan proyek sardine baru milik walikota akan dilaksanakan. Sebagian warga datang di acara tersebut yang diadakan ditengah kota. Dibalik semua itu, Flint yang sambil membawa mesin makanannya mengendap-endap membelakangi kerumunan dan mencari sumber listrik yang besar. Setelah ia menemukan tiang listrik yang begitu besar, ia mencoba menghubungkan mesinnya dengan tiang listrik tersebut. Tetapi, polisi mencurigai Flint sebagai pencuri listrik dan segera mengejarnya.


 Disaat Flint hampir tertangkap, tiba-tiba mesinnya kelebihan muatan listrik dan langsung melaju seperti mesin jet bersamaan dengan Flint yang memegang mesinnya. Keadaan kacau pada saat itu. Flint yang melaju bersama mesinnya, berusaha untuk menghentikan dengan cara menjejakkan kakinya ketanah. Dia tidak merasa sakit karena kakinya masih terbungkus rapi oleh molekul berbentuk sepatu yang sampai sekarang masih belum bisa dilepas.


Pada akhirnya dia melepaskan pegangannya pada mesin dan mesinnya pun terbang ke angkasa. Semuanya menyalahkan Flint akan kekacauan yang telah dibuatnya. Lalu ia merenung di bawah jembatan tepi pelabuhan. Disaat yang bersamaan, ada seorang reporter yang juga merenung diatas jembatan tersebut. Gadis reporter bernama Jenny itu datang jauh-jauh dari New York ke “Swallow Falls” karena mendengar kabar bahwa disitu akan ada pembukaan proyek baru walikota.


Flint dan Jenny pun bertemu. Jenny bertanya pada Flint soal monyet yang ada disampingnya. Dan Flint menjawab bahwa monyet tersebut adalah hasil dari penemuannya dan ketika mendengar monyetnya bisa bicara, Jenny terkagum dan langsung tertarik untuk mengenal Flint lebih dekat. Saat mereka berbincang, tiba-tiba terjatuh sebuah keju dari langit dan masuk ke sebuah tong. Flint mendekati tong dan setelah dipastikan, yang jatuh adalah memang benar-benar keju sungguhan. Mereka berdua bingung akan apa yang sebenarnya terjadi. Selang beberapa menit, Flint dan Jenny terdiam sejenak setelah sebuah awan indah berkilau berwarna merah muda menuju ke kota mereka. Seluruh warga kota tak bisa menutup mulutnya seakan tak percaya dengan apa yang mereka lihat.


Yang lebih mengherankan adalah milyaran burger yang jatuh bersamaan dengan datangnya awan tersebut. Flint merasa sangat gembira sekaligus bingung akan keadaan tersebut.


Jenny pun tak bisa berkata-kata selain terus bertanya dalam dirinya, “apa yang sebenarnya terjadi”. Flint coba mengambil salah satu burger yang berserakan dibawah. Dia sedikit ragu untuk mencicipinya dan masih berpikir, “apakah ini benar-benar makanan sungguhan selain sardine?”. Cita Rasa yang tak terbayangkan pun dirasakan oleh Flint. Untuk pertama kalinya Ia memakan makanan selain ikan sardine dan juga menjadi orang pertama di “Swallow Falls” yang memakan selain sardine.

Flint tertawa bahagia karena mengetahui bahwa penemuannya berhasil. Kemudian Jenny juga memungut salah satu burger yang berserakan dan segera memakannya. Sensasi yang lezat juga dirasakan olehnya dan ia semakin tertarik pada Flint. Jenny yang sebagai reporter, menyiarkan secara langsung dari “Swallow Falls” akan hujan burger yang sedang terjadi. Berita tentang kejadian ini menyebar ke seluruh penjuru dunia. Dalam hatinya, Flint merasa bahagia karena seluruh warga kota sangat menikmati hasil karyanya. Terutama walikota yang sangat menyukai makanan yang dihasilkan. Tanpa berpikir panjang, walikota segera menumpuk tiga buah burger sekaligus dan langsung melahapnya. Dia adalah orang yang paling banyak memakan makanan yang dihasilkan oleh mesin ciptaan Flint.

Si jenius menjadi sorotan publik sebagai pahlawan pada saat itu, dan dia dibebaskan dari tuduhan kekacauan yang sebelumnya terjadi pada acara proyek walikota. Jenny bersama dengan juru kameranya meminta Flint agar mereka diijinkan untuk meliput tempat yang menjadi pusat penyebab kejadian, yaitu laboratorium milik Flint. Sesampainya dirumah, tidaklah mudah bagi Flint untuk meminta persetujuan dari ayahnya. Walaupun demikian, akhirnya Flint bisa merayu ayahnya agar laboratoriumnya bisa untuk di liput.


Di dalam laboratorium, Jenny kembali dikejutkan oleh mekanisme canggih yang terpasang di sekeliling tempat. Tiba-tiba Jenny terpikir sesuatu dan bertanya kepada Flint, “Bagaimana cara kerja dari mesin buatanmu itu?”. Flint menjawab, “mudah saja, kau tinggal memasukkan air dari atas mesin dan makanan akan keluar dari bagian bawah mesin”. Jenny pun sadar dan langsung berkata, “berarti tidak mustahil kalau mesinmu bisa menghasilkan makanan dari angkasa karena awan juga terbuat dari air”. Flint memotong, “tepat sekali, tinggal mengetikkan nama dari makanan, kau akan mendapatkannya.” Jenny pun berkata, ”berarti kita bisa mendapatkan makanan apa saja yang kita inginkan seperti, pizza, sayap ayam, dan telur?”. “Ya”, jawab Flint.


Flint menyadari kalau dia belum membuat alat untuk mengendalikan mesinnya yang sekarang berada di angkasa. Akhirnya, dia berinisiatif mengalihkan perhatian Jenny dan juru kameranya dengan menayangkan video kucing lucu yang ada di monitor besarnya. Sementara mereka melihat tayangannya, Flint dengan cepat membuat alat pengendali sejenis satelit dan berhasil tersambung dengan mesinnya. Kemudian Flint meminta Jenny untuk menyebutkan nama makanan yang diinginkannya dan keinginannya pun terwujud.

Keesokan harinya, berita cuaca pagi yang dibawakan oleh Jenny sedikit berbeda dengan biasanya. Ia mengatakan kalau cuaca yang akan melanda kota “Swallow Falls” adalah …………………………............. hujan telur dadar, kue pai, daging lapis, roti lengkap dengan jus jeruk. Semua warga kota berhamburan keluar dan membawa piring sebagai wadah. Anak-anak kecil menggunakan payung yang dibalik untuk menampung hujan jus jeruk. Ibu-ibu rumah tangga jadi tidak usah repot membuat sarapan pagi.


Wajah-wajah yang sangat ceria terlihat memenuhi seluruh kota, terutama sang walikota yang memiliki nafsu makan yang tinggi. Karena sifatnya itu, walikota memberi tawaran pada Flint untuk membuat hujan makanan lagi besok hari dengan alasan akan mempublikasikan berita ke berbagai Negara yang pasti akan menghasilkan banyak uang. Dengan pemasukan yang banyak, walikota ingin-mengganti “Swallow Falls” yang lama menjadi kota modern sekaligus taman hiburan bagi para turis, dan ia menuturkan pada Flint, “semua orang akan menghargai dan menyukaimu, termasuk Jenny”.


Steak dan paha ayam menghujani kota yang tidak lagi bernama Swallow Falls, tetapi “Chewand Falls”. Janji walikota sudah terwujud. Hampir seluruh bangunan di kota direnovasi menjadi bangunan yang modern seperti adanya café dan restoran.
Walikota dengan lahap memakan “hujan” tersebut sejak hari pertama. Sampai-sampai tubuh yang semula kecil, menjadi besar dan gemuk. Dia harus menggunakan vespa kecil untuk berjalan.

Kehidupan di Chewand Falls berlanjut dengan tentram dan damai oleh hujan makanan yang turun tiap hari dengan menu yang berbeda-beda. Kue, donat, cokelat, sayuran, berhambur di jalanan. Makanan yang masih tersisa di jalanan, diangkut oleh kendaraan penampung makanan dan dibuang ke daerah gunung yang sudah dibuat untuk menampung banyak sampah.


Semua orang menjalani hidupnya dengan bahagia. Semua orang kecuali Bait, ayah Flint. Penjualan sardine miliknya bangkrut dari 10 persen menjadi 100 persen. Dia tahu bahwa yang dilakukan Flint sebenarnya salah, karena itu semua hanya akan membuat orang-orang menjadi pemalas. Bait masih saja menggiling ikan sardine dengan penggiling kecilnya sendirian di dalam toko. Pada saat yang sama, Flint muncul dan mengajak ayahnya ke restoran baru yang tentunya tanpa atap. Sengaja tidak diberi atap karena supaya makanan yang jatuh dari langit langsung bisa tertuju ke meja restoran. Etika makan tidak terlihat disitu karena daging yang jatuh amat besar, para pengunjung langsung memakannya pakai tangan. Bahkan ada yang langsung menggunakan mulut.

Flint bertanya kepada Bait, “Apa kau tidak bangga, ayah?. Sekarang aku bisa menyediakan makanan untuk seluruh warga kota dengan cuma-cuma.Bukankah itu bagus?”. Bait menjawab, “Niatmu memang mulia, tetapi caramu mewujudkannya kurang tepat.”

Flint membantah, “Apa lagi yang salah?. Semua orang menyukainya, kecuali ayah.” Bait berkata, “Tepat sekali, kau bukan hanya memikirkan warga kota, tetapi kau juga memikirkan sesuatu selain itu. Tanyakan itu pada dirimu.” Bait langsung meninggalkan restoran.


Flint merasa amat bersalah pada ayahnya. Dalam perjalanan pulang, dia dikagetkan oleh sebuah hotdog raksasa yang tiba-tiba jatuh didepannya. Tapi ternyata, disekelilingnya sudah banyak hotdog raksasa yang berserakan. Flint membawanya ke laboratorium dan segera menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi. Setelah diselidiki, dia menarik kesimpulan bahwa mesinnya yang berada di angkasa kelebihan molekul air yang diserap dari awan dan menghasilkan makanan dengan ukuran yang tidak wajar.


Pada saat yang sama, walikota muncul dihadapan Flint. Dia menyuruh Flint untuk membuat hujan makanan besok hari karena ada pembukaan taman makanan sekaligus sambutan untuk para turis. Flint menjelaskan tentang masalah mesinnya yang menghasilkan makanan dengan ukuran yang amat besar dan memungkinkan terjadi keadaan yang tidak diinginkan. Tetapi, walikota tidak peduli akan celotehan Flint. Dia berbisik pada Flint dengan mengatakan,”Lebih besar lebih baik.” dan menjanjikan kepada Flint akan membuat dia dihargai. Akhirnya pun, Flint mengetikkan nama macam-macam makanan dan dengan segala keraguan, Flint menekan tombol “OK” pada mekanismenya.


Hari yang dinanti-nanti pun tiba. Para turis yang datang menggunakan kapal-kapal besar disambut dengan milyaran makanan berukuran raksasa yang jatuh dari langit. Masing-masing membawa satu makanan seperti, udang raksasa, semangka raksasa, jagung raksasa, dan makanan lain yang serba raksasa. Kebanyakan turis yang datang adalah dari Arab, Paris, dan New York.


Acara pembukaan taman makanan diselenggarakan di tengah kota. Sementara walikota memberi sambutan, Flint masih bersiap-siap di belakang panggung dan tiba-tiba jenny berlari mendekati Flint. Jenny mencoba memberitahu Flint tentang pola awan aneh yang tertangkap oleh radar miliknya. Tetapi Flint tidak menghiraukannya karena tidak ingin kehilangan momennya. Ketika walikota memanggil namanya, Flint langsung menuju ke depan panggung dan mendapat sambutan serta tepuk tangan meriah para turis.



Disaat Flint akan meresmikan taman makanan secara simbolis di depan para turis dan seluruh warga Chewand Falls, perkataan Flint tentang “keadaan yang tidak diinginkan”, akhirnya terjadi.


Sebuah tornado yang terbuat dari spaghetti lengkap dengan bakso dan saos memporak-porandakan sebuah kota kecil yang baru-baru ini mencapai kemakmurannya.
Flint merasa sangat bersalah kepada Jenny yang berusaha memberitahunya soal bencana yang akan melanda. Dia pun berlari secepat mungkin menuju ke laboratorium dengan berbagai rintangan yang disebabkan oleh angin tornado yang sangat dahsyat. Setelah sampai di laboratorium, Flint menemukan penyebabnya. Yaitu walikota yang terus menerus mengetikkan nama makanan yang dia inginkan. Flint coba untuk menghentikannya dengan cara menekan sebuah tombol. Tetapi sebelum aliran listriknya tersambung ke mesin Flint, semua mekanisme karya Flint meledak dan berhenti berfungsi karena terkena lemparan benda berat oleh walikota.

Keadaan di kota sudah kembali normal dengan sisa-sisa makanan raksasa dan spaghetti besar yang tumpah ruah. Semua warga sudah kembali tenang. Tapi, sebenarnya ini adalah awal dari bencana besar yang akan terjadi.

Flint merasa putus asa dan mengurung dirinya dalam tong sampah sampai ayahnya menemukan dirinya. Bait membawakan baju ilmuwan miliknya dan meminta agar Flint tidak menyerah. Permintaan Bait terkabul, Flint kembali mengenakan baju ilmuwannya dan segera bereksperimen. Dia berhasil memodifikasi mobil menjadi mobil yang bisa terbang. Kemudian ia berangkat bersama dengan Jenny bersama juru kameranya yang sekaligus adalah seorang dokter, dan Bob yaitu bintang iklan proyek walikota sebelumnya.

Mereka berempat terbang menuju tempat mesin berada. Dan setelah mereka sampai, mereka dikejutkan oleh gumpalan makanan raksasa. Dengan menggunakan radar milik Jenny, mereka bisa mengetahui kalau mesin milik Flint berada di bagian paling dalam dari gumpalan tersebut. Akhirnya pun, Flint masuk ke dalamnya dengan Jenny dan Bob yang ikut bersamanya. Sedangkan juru kamera bertugas sebagai pengendali mobil pesawat.


Petualangan besar terjadi di dalam gumpalan makanan ini. Semuanya menjadi tidak mudah karena Sebagian makanan raksasa yang berada dalam gumpalan, mempunyai pikiran untuk menyerang. Rencananya, Flint ingin menancapkan USB yang berisi program untuk menghentikan mesinnya. Tetapi karena USB yang dibawanya terjatuh saat berada di dalam mobil pesawat, dia memutuskan menelpon ayahnya untuk minta pertolongan pada ayahnya untuk mengoperasikan komputer yang ada di laboratoriumnya. Ayah Flint segera menuju ke laboratorium. Bait tidak tahu bagaimana cara mengoperasikan komputernya dan Flint masih terus tersambung dengan Bait untuk memberi petunjuknya. 

Ditengah perjalanan, Flint dan kawan-kawan dihadang oleh ayam panggang raksasa yang hidup. Itu semua tidak masalah karena Bob berhasil menguasai tubuh salah satu dari ayam panggang tersebut dan menghajar ayam panggang lainnya. Flint dan Jenny melanjutkan misinya untuk mencapai letak mesin itu berada.

Saat akan mencapai letaknya, Jenny harus memegangi tali dan Flint turun ke bawah dengan hati-hati. Pada akhirnya, Flint memutuskan untuk memotong talinya dan tidak ingin melibatkan Jenny bersamanya.


Sementara itu, semua warga kota membuat kapal layar dengan sandwich raksasa sebagai deck-nya dan pizza raksasa sebagai layarnya. Untungnya mereka semua berada di laut tepat waktu setelah bendungan makanan yang dibuat di gunung hancur bersama makanan raksasa yang menghancurkan sebagian kota.
Laboratorium Flint terguncang oleh makanan raksasa dan Ayah Flint terkubur didalamnya. Flint yang masih terhubung dengan ayahnya, merasa sangat khawatir.




Bait akhirnya bangkit dan berhasil mengirimkan program kepada Flint. Dan setelah program diterima di alat yang dipegang Flint, dia pun langsung menancapkan alatnya ke mesinnya dengan perjuangan yang besar.
Di saat alat sudah menancap, ternyata program yang dikirimkan salah. Yang dikirimkan bukan sebuah program melainkan video kucing lucu yang pernah di tonton Jenny sebelumnya. Flint hampir kehabisan akal dan tiba-tiba sebuah inisiatif yang tak terbayangkan muncul di pikirannya.

Dia menyemprotkan sebuah semprotan yang dibawanya tepat pada lubang dibawah mesin yang berfungsi sebagai jalan keluarnya hasil makanan. Semprotan itu tidak lain dan tidak bukan adalah semprotan molekul padat yang dulu digunakannya untuk membuat sepatu tanpa tali pada waktu TK. Akibat terhalang oleh molekul tersebut, lubang jalur lewatnya makanan tersebut terisi penuh oleh makanan-makanan raksasa yang dihasilkan tanpa perintah. Karena mesin tidak kuat untuk menahannya, kemudian ledakan besar terjadi dan meledakkan mesin beserta gumpalan makanan raksasa. Flint menjatuhkan dirinya dan kali ini dia merasa sangat lega dan mungkin berguna bagi seluruh warga kota.


Disamping itu semua, Jenny yang menyelamatkan diri bersama Bob dan juru kamera dengan mobil pesawat,  adalah orang yang paling terpukul melihat ledakan yang terjadi bersama Flint di dalamnya. Mereka pun mendarat dan selamat, begitu pula dengan seluruh warga kota.
Awan mengerikan yang semula menurunkan hujan makanan raksasa diseluruh dunia pun lenyap seketika.


Keadaan di kota menjadi hening seketika setelah mendengar kabar dari Jenny bahwa Flint berada di dalam gumpalan makanan pada saat ledakan terjadi. Semua orang menunduk sedih diatas kapal layarnya yang terbuat dari makanan.
Tak lama kemudian kemudian, datang segerombolan hewan penemuan Flint yaitu tikus bersayap yang ternyata membawa Flint dari angkasa sampai mendarat di kotanya. Inilah yang disebut sebagai “penemuan yang mungkin akan berguna di akhir cerita”. Semua orang bersorak untuk Flint dan menghargai akan keberaniannya menyelamatakan dunia dari bencana besar.

Flint langsung berlari untuk menemui ayahnya dan mereka saling bertutur kata. Flint kembali bertanya pada ayahnya dengan lembut,“Apakah kau bangga denganku, ayah?”. Bait merasa kebingungan dan menjawab,”Aku tidak tahu, ka…kau telah membuat masalah yang amat menyusahkan bagi seluruh warga kota, ak…aku tidak bisa…”. Jenny langsung mengambil alat pembaca hati yang sebelumnya di tempelkan di dada monyet Flint dan menempelkannya di dada ayah Flint. Alat itu pun berbunyi,”Nak, sebenarnya aku sangat menyayangimu. Aku tidak mau kehilanganmu lagi. Kau telah membuat aku sangat bangga dari kau masih kecil. Walaupun semarah apapun diriku, ketahuilah bahwa sebenarnya aku begitu menyayangimu”.

Suasana hangat dan haru tercipta oleh Flint dan Bait yang sedang berpelukan. Semua orang juga ikut terbawa suasana dan saling berpelukan satu sama lain. Setelah itu, Bait meminta Flint untuk menghampiri Jenny. Mereka pun saling bicara dan akhirnya, mereka hidup bahagia bersama kota Swallow Falls yang damai.

0 Komentar:

Komen disini ya :)